Asal Usul Nama Kota dan Bentuk Peninggalan Sejarah
A. Peninggalan Sejarah
1. Bentuk peninggalan sejarah
Sejarah adalah pengetahuan tentang semua kejadian dan perbuatan manusia pada masa lampau. Semua benda dan tradisi yang ditinggalkan oleh manusia pada masa lampau itu disebut sebagi peninggalan sejarah. Bentuknya adalah sebagai berikut:
a. Lisan
Yaitu semua cerita lisan atau perkataan dari pelaku atau saksi peristiwa sejarah,bentuk lisan ini antara lain berupa legenda, mitos, sage, fabel, dan cerita rakyat lainnya
Sang Pluralis itu Telah Pergi
Secuil kenangan bersamamu Guru masih begitu membekas di hati , tapi kini engkau telah pergi ...
Terasa masih hangat sampai kini kala ku cium tanganmu saat keluar dari mercedes benz yang kau tumpangi , dan kau suruh aku menunggu di mobil dan aku tak membantah apapun yang kau suruh ...
Waktu menunjukkan jam 12 malam, tak lama beberapa petinggi militer dengan sigap juga keluar di sertai beberapa rekan media yang mungkin menurutku itu dari
Senjata Tradisional Indonesia
Daftar Senjata Tradisional Indonesia
Berikut ini nama - nama senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mungkin tulisan ini dapat sedikit membantu meskipun mungkin ada dari beberapa propinsi yang kurang lengkap dan sebagainya, sumber - sumber literatur sedang di gali lagi sehingga lebih lengkap
Daftar Candi di Indonesia
Daftar candi yang terdapat di Jawa Barat :
- Candi Cangkuang (Garut)
- Candi Jiwa (Kerawang)
- Situs percandian Batujaya (Kerawang)
Daftar candi yang terdapat di Jawa Tengah :
- Candi Borobudur, Borobudur, Magelang
- Candi Mendut, Mendut, Magelang
- Candi Pawon, Borobudur,
Sejarah Bung Tomo
Sutomo lahir di Surabaya, 3 Oktober 1920. Ia melewati masa kecil hingga dewasa di Surabaya. Arek Suroboyo asli. Tapi, nama masyhurnya bukan Cak Tomo, melainkan Bung Tomo. Inilah biodata singkat Cak, eh, Bung Tomo.
Masa remaja:
1. Anggota Gerakan Kepanduan Bangsa
Legenda Kota Surabaya
Cerita Rakyat Jawa Timur
Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas, dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhimya mereka mengadakan kesepakatan.
"Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya," kata ikan Sura
Proklamasi Kemerdekaan
Proklamasi Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 di jalan pegangsaan Timur 56 Jakarta, negara Republik Indonesia berdiri dan diproklamirkan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, dan proklamasi kemerdekaan tersebut ditandai dengan pembacaan teks proklamasi yang berbunyi :
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan
