Hutang Adalah Jurang
Artikel terkait : Jantung Sering Berdebar - debar, Rasa Cemas Berlebihan
MUASAL HUTANG
Kehidupan kita tak pernah lepas dari sebuah masalah, setiap orang pasti dihinggapi suatu masalah yang mendera. Dan hampir setiap orang pernah atau terjebak dalam urusan HUTANG. 6 huruf inilah yang sering menghinggapi kita, karena kata " hutang " membuat segalanya berubah dalam hidup kita.
HUTANG adalah 'jebakan' yang akan menyeret kita kedalam jurang yang curam, pertama kali orang berani membuat lubang hutang dengan berbagai macam alasan, pertama adalah faktor kebutuhan, kedua faktor alasan modal usaha, dan yang terakhir adalah faktor keinginan untuk memiliki sesuatu (yang sebetulnya tidak begitu penting atau bukan kebutuhan premier), juga faktor tambahan ialah sifat manusia yang lucu diantaranya suka hobi hutang, gaya-gayaan, dsb.
EFEK HUTANG
Hutang tak akan jadi suatu masalah bila kita mampu untuk mengembalikannya, akan tetapi bilamana apa yang kita peroleh tidak sebanding dengan pemasukan kita maka yang terjadi ialah rusaknya tatanan keuangan kita. Hati dan pikiran bahkan mental kita akan sering terganggu, rasa ketakutan muncul, rasa cemas berlebihan, jantung berdebar keras, selalu was -was, inti pokoknya kita selalu gusar dalam kehidupan sehari - hari. Jika itu yang terjadi hati - hatilah dengan mental anda ! ... kemungkinan besar adal ah strees. Jangan merasa bila belum gila maka anda terbebas dari strees... oooo tunggu dulu, jika itu yang terjadi maka tak satupun psikiater yang mampu mengembalikan anda sebagai jiwa yang normal. Dan tanda - tanda orang dihinggapi strees yang termudah ialah ' susah tidur ' karena biarpun mata sudah mengantuk akan tetapi pikiran kita akan terus melayang kemana - mana, istilah mudahnya itu ' nggelambyar '.
SOLUSI RASIONAL
Jika anda berhutang karena kebutuhan (faktor kemiskinan, pengobatan dan sejenisnya yang diluar kemampuan anda) hendak berpikir jernih, gunakan akal sehat dan jangan terburu amarah. Ambillah suatu keputusan yang diambil berdasarkan kesadaran dan bijaksana (dalam hal ini suatu keputusan yang sudah dipikirkan baik dan buruknya). Dan jangan pernah membayar hutang dengan hutang lain, berhutanglah dengan sebuah nominal yang kiranya anda mampu untuk membayarnya dengan mencicil atau secara langsung, dan tidak berhutang melebihi dari sebuah kebutuhan yang diperlukan.
[smartads]
Bila anda berhutang sebagai modal usaha, dan anda sebagai wiraswata berambisi untuk menggembangkan usaha itu ...., itu sah saja. Tapi ingat, usaha anda belum tentu menghasilkan nilai rupiah yang pasti dan belum tentu juga laku. Akan tetapi membayar hutang atau cicilan perbulan itu yang pasti terjadi. Disinilah letak kesalahan kita, yang terbiasa menggangap remeh dengan membayangkan sebuah keuntungan - keuntungan saja. Menurut saya ialah ; jangan berhutang titik. Gunakan apa yang sudah ada, bahkan itu hanya sebatas pikiran dan tenaga, mulailah dari bawah ke atas. ingat, seorang anak bayi tidak akan langsung lari akan tetapi selalu tahap demi tahap. Jadikan modal hanya sebagai pendukung jangan jadikan modal sebagai kunci sukses, terakhir harus menyisihkan keuangan kita pisahkan harta pribadi dengan harta usaha.
Jika anda berhutang karena ingin memiliki sesuatu yang tidak dimiliki, STOP tunggu dulu. Pertama apakah kebutuhan itu sifatnya primer ataukah sekunder, bisa diundur atau harus cepat terwujud. Kembali lagi dengan akal sehat dan kesadaran kita masing - masing, bedakan antara keinginan yang datangnya dari hati atau keinginan dari nafsu, apakah memang dibutuhkan atau tambahan. Pandai - pandailah anda mengatur ritme nafsu keinginan anda ....
Jika anda berhutang karena faktor hobi atau gaya-gayaan, maka silahkan ambil sebuah kaca yang beuuessaar kemudian duduklah didepan kaca tersebut, lihat wajah anda sendiri yang cukup lama kemudian cermati, lihat apa yang akan terjadi ! ... apakah mirip dengan pattimura dalam uang seribuan atau kakatua dalam recehan.
PENDEKATAN DENGAN IMAN
Ingat dan resapi dengan hati dan akal pikiran beberapa hal dibawah ini :
Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan dirimu. Allah beri ujian, Allah pasti beri jalan, jangan putus asa.
Yakinkan dan teguhkan hati anda bahwa rezeki pastilah ada untuk anda.
Belajarlah ilmu sabar dan neriman. (sangat sulit sekali, tapi bisa).
Sesungguhnya apa yang terjadi dimuka bumi ini telah tertulis dalam lauful mahfudz.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kalimat ini sering kita ucapkan tapi tidak masuk dalam hati, intinya ; segala datang dari Allah dan kembali kepada Allah (cobalah anda resapi).
Sering bacalah surah Al-waqi'ah 3 kali setelah subuh dan setelah ashar juga surah Yasiin, banyak sekali faedah yang terdapat didalamnya (banyak literatur)
Sekian, semoga bermanfaat.
Related posts:





June 20th, 2010 - 13:05
hakikat hidup adalah berani menempuh resiko…! baik dalam beribadah atau kehidupan duniawi…hutang adalah salah satu resiko yg mau tdk mau harus di jalani sebagai orang yg harus bisa menafkahi keluarga…tinggal bagaimana kita mensiasati agar hutang tidak menjadi laknat tapi malah menjadi rahmat….apalagi sebagai orang muslim harus selalu bisa membayar hutang….saya punya hutang tapi karena itulah teman dan relasi saya makin banyak..
July 12th, 2010 - 09:03
saya juga sekarang sedang gelisah dan bingung dengan hutang saya sekarang…..sampai kadang saya putus asa apalagi kalau orang udah pada datang atau telp tanya hutang………..memang saya sadar semua hutang yang saya punya adalah akibat dari kelalaian dan keslahan sendiri……..saya tidak pernah lupa untuk beribadah dan berdoa kepada allah,untuk selalu diberi pertolongan dan petunjuk dari NYA,