Posted by
Artikel terkait : Rasa Cemas Berlebihan, Hutang Adalah Jurang
Jantung Berdebar-debar
PERKENALKAN, saya seorang suami berumur 34 tahun, mempunyai seorang putri berumur 4 tahun, mengalami gangguan, yaitu dada sebelah kiri dan punggung sering terasa sakit, perasaan khawatir, cemas dan takut terhadap sesuatu hal yang tidak mendasar sejak tahun 1996. Awalnya, sekitar tahun 1990-1991, saat saya berolah raga (angkat beban/lari) saya sering mengalami jantung berdebar pada tingkat tertentu. Hal ini saya anggap sesuatu yang tidak perlu saya khawatirkan.
Pada saat itu saya masih kuliah jurusan Bahasa Inggris di salah satu PTS di Mataram dan merangkap menjadi pemandu wisata. Oleh karena pergaulan, saya mengenal seorang gadis Eropa. Kami menjalin hubungan asmara sampai selesai kuliah dan kemudian berangkat ke negaranya. Hubungan kami berjalan kurang lebih 8 bulan, dan suatu hal terjadi sehingga kami harus berpisah. Pada saat ini saya tidak merasa stres dan saya balik ke Indonesia untuk bekerja kembali. Namun mulai terasa aneh pada dada saya (penyakit di tahun 1990-1991 itu terasa kambuh) dan pada saat itu saya benar-benar tidak dapat bangun dari tempat tidur selama kurang lebih du bulan. Badan terasa lemah, tensi naik turun, pernah 90/70, kadang-kadang 140/90.
Setelah pulih saya memutuskan untuk bekerja sebagai guru di sekolah swasta karena saya tidak percaya diri lagi menjadi “guide”, dan hal ini terjadi sampai sekarang. Hal yang aneh, saya sering mengalami debaran jantung yang tiba-tiba kencang pada situasi tertentu, misalnya bila saya berjumpa dengan teman lama, harus berbicara di depan orang banyak yang seusia dengan saya, mengunjungi orang mati atau pergi ke kuburan, berdebat dengan orang lain, dan mengeluarkan pendapat dalam rapat-rapat resmi. Biasanya diawali dengan getaran di bawah dada, dan terasa udara menekan ke atas dan jantung berdebar keras/kencang. Hal ini bisa berlangsung selama 20-30 menit. Betapa tersiksanya, saya harus memendam atau menyembunyikan rasa takut saya ini terhadap orang lain pada saat saya mengalami hal semacam itu. Istri saya banyak membantu saya dengan memaksa saya terus melawan kecemasan saya terhadap hal-hal yang saya takuti.
Pernah suatu saat saya diundang pimpinan saya, berlaku hanya untuk satu orang, sehingga saya harus pergi sendiri. Biasanya, ke manapun saya pergi selalu ditemani oleh istri. Saya merasa waswas beberapa jam sebelum berangkat. Ah, saya memberanikan diri pergi dengan sepeda motor. Sepanjang perjalanan dada ini dag dig dug tidak tenang, sehingga baru tiba di tempat acara, saat saya memarkir sepeda motor jantung saya berdebar kencang, saya sangat panik. Untung rumah pimpinan saya agak masuk ke dalam gang kecil sehingga tidak ada orang yang saya kenal berada di tempat parkir tersebut. Dalam hitungan detik, saya memutuskan untuk membatalkan menghadiri pesta tersebut. Saya langsung tancap gas dan kurang lebih 500 meter dari tempat itu debaran jantung saya mereda. Saya sangat marah dengan diri saya mengapa hal ini harus terjadi. Sampai sekarang saya kurang senang mendapat undangan pesta atau acara-acara resmi, apalagi harus pergi sendiri.
Beberapa hal yang ingin saya tanyakan, sbb.:
1. Apakah panik ini ada hubungannya dengan penyakit jantung? Saya pernah melakukan “tred-mill”, hasilnya dinyatakan “fatigue”, saya sangat kelelahan pada saat “tred-mill”.
2. Apa yang harus saya lakukan untuk kembali dapat melakukan hal-hal yang menakutkan/mencemaskan saya tersebut. 3. Terapi apa yang harus saya lakukan sehingga saya dapat menjadi pribadi yang tenang, saya seorang yang berprasangka negatif terhadap seseorang/sesuatu secara berlebihan.
Golfian
Mataram
Galfian, Membaca apa yang Anda alami tersebut, dapat dicermati bahwa permulaan Anda mengalami serangan panik pertama kali tahun 1990-1991, kemudian muncul kembali tahun 1996 dan akhirnya sering kumat. Belakangan ini Anda tidak lagi mengalami serangan panik, tetapi sudah berupa gangguan panik yang serangannya terjadi sewaktu-waktu dan kemudian berlanjut menjadi gangguan cemas.
Sebagai pemicu pertama terjadinya serangan panik adalah kelelahan yang Anda alami dan kemudian tanpa pemicu bisa kumat. Namun serangan panik ini bisa menimpa karena Anda pernah mengalami suatu peristiwa waktu Anda kecil yang membuat Anda merasa panik atau cemas yang menakutkan perasaan Anda. Ada trauma di masa kecil atau remaja yang tersimpan dengan baik berupa memori di alam bawah sadar Anda yang mempengaruhi cara berpikir dan bereaksi Anda pada rangsangan yang datang dari luar. Keadaan yang terus berlanjut ini membuat Anda merasa cemas. Anda mencemaskan hal-hal yang belum terjadi, atau yang akan datang atau yang sudah lampau. Anda tidak pernah ada waktu untuk merasakan keadaan sekarang.
Semua gejala yang Anda alami, dari sudut kedokteran secara fisik, tidak ada gangguan, tetapi secara psikis terganggu sehingga memerlukan penanganan psikiatri yang holistik. Dari gejala panik yang terjadi berupa jantung berdebar-debar merupakan simbol dari permasalahan yang Anda alami. Kemungkinan hal ini erat hubungannya dengan orang yang Anda cintai atau hal-hal yang menentukan kehidupan atau karier Anda. Oleh karena itu, untuk mengatasi keadaan ini yang terbaik adalah sbb.:
* Untuk sementara, minum obat penenang agar Anda bisa melihat masalah dengan objektif.
* Menemukan penyebab panik dan cemas ini dan mengatasinya dengan psikoterapi.
* Kalau ingin keadaan ini berlangsung singkat, perlu dilakukan hipnoterapi spiritual untuk mengubah arti dari penyebab gangguan ini yang dilakukan di alam bawah sadar penderita.
* Berani menghadapi setiap gangguan panik atau kecemasan yang muncul berikutnya. Harus berani menghadapi kenyataan dan tidak pernah lelah untuk menghadapinya.
* Mengatasi gangguan panik dan cemas ini memerlukan kesabaran dan keberanian untuk menghadapinya.
* Usahakan bekerja seperti semula sehingga di dalam mengatasi gangguan tidak dalam situasi kehidupan yang berbeda.
Dalam perjalanan hidup Anda, gangguan ini sewaktu-waktu akan muncul, namun Anda tidak mencemaskan atau menakutkan keadaan itu. Anda tahu gejala itu muncul, namun Anda tidak terpengaruh oleh gangguan itu. Akhirnya, gangguan itu jarang muncul sampai akhirnya gejalanya hilang. Pada saat itulah Anda merasa bebas, merasa berhasil, dan merasa mampu mengendalikan diri. Akhirnya Anda akan percaya apa yang Anda alami adalah masalah kejiwaan, bukan masalah black-magic, guna-guna, atau karena orang lain merasa iri dengan keberhasilan Anda. Kalau Anda percaya bahwa kebesaran Tuhan di atas segalanya dan mau berusaha, Tuhan tentu memberikan yang terbaik pada umatnya. Yang lewat biarlah lewat, sebagai dasar untuk tidak menoleh ke belakang lagi. Yang akan datang biarkan dalam rencana, tetapi yang paling penting merasakan yang sekarang yang sedang Anda alami.
* Luh Ketut Suryani
Artikel Yang Mungkin Berhubungan :
saya banyak hutang kerena ditipu oleh orang gimana cara solusi terbaik untuk membayar ? sementara saya tidak punya aset….. tolong bapak/ibu carikan saya solusinya. thx
AFRIADI :
1- Jernihkan pikiran, ada siang ada malam, ada baik ada buruk, ada masalah pasti ada solusi.
2- Kembali ke Allah SWT (begitulah Dia berkomunikasi pd kita)
3- Jika terus bingung maka solusi akan makin lama datang (berart pelajaran Tuhan belum merasuk di pemikiran anda)
3- Jika hati sdh mantap dan ikhlas jalan keluar akan datang.
Pahami dan resapi kalimat : Innalillahi wainna ilaihi rojiun : jika berhasil dijamin 100 % akan selesai.
Saya pernah ngalami spt anda.
Truz b’usha Pak,
cb cr ap ptensi yg
ad pd dri qt yg bs
dikmbgkan atau
di jual(dlm art yg positif)
dan yg trpenting,
b’doa mnt pd
Yang Di Atas,,,
Insya Allah akan
ada jln keluar dg doa
dsrtai usaha:-)
jantung berdebar-debar bisa juga disebabkan beberapa obat asma.
lihat disini…
http://morphostlab.com/archives/36
Abenk (25)
ummi sy srg mengeluh jantung’y berdebar tidak normal (terlalu kencang),
yg ingin sy tanyakan, nm penyakit’y dan solusi penyembuhan’y……..
Thanks