Lia Eden : Antara Jibril Dan Jin Folker
![]() |
Mungkin saja tulisan ini agak basi, akan tetapi ada beberapa hal penting yang kiranya perlu disampaikan untuk para reader setia kami. Bahwa semakin zaman tambah umur semakin banyak pula hal – hal aneh yang terjadi di muka bumi ini.
LIA EDEN SEBAGAI JIBRIL DAN MENGHAPUS SELURUH AGAMA TERUTAMA ISLAM DIMUKA BUMI INI DIGANTIKAN DENGAN 1 KERAJAAN TUHAN DIBAWAH PIMPINANNYA.
Hal yang terpenting yang perlu kita simak dari lia eden ialah pengakuan sebagai penjelmaan dari seorang JIBRIL itu saya kira adalah kebohongan besar. Dan menurut pandangan seorang spiritualis yang tak mau disebut namanya, bahwa banyak sekali orang yang terjebak dalam pemikiran dan ilmu metafisika yang tak jelas; (baca:supranatural) bahkan para kiai, paranormal, dukun, dll.
[smartads]
Iblis tetaplah iblis, bahkan iblispun (setan) mampu merasuki sel darah terkecil dari seorang Jin ! …. bayangkan bagaimana dengan manusia….? Wallahu a’lam. menurut ahli yang terpercaya : Banyak sekali saya didatangi berbagai mahluk yang tak tampak oleh kasat mata yang mengaku – ngaku dirinya sebagai Syech Abdul Qodir Jaelani, Syech Siti Jenar dan bahkan Nabiyullah Khidir, dsb. Kalaulah para spiritualis, ulama’, kiai ataupun paranormal bahkan dukun yang tak mengerti atau tingkat Ilmunya dibawah si setan / jin tadi ya…jelaslah begitu mudah ia terbawa… lebih – lebih seluruh ucapannya ditelan begitu saja. Dan mungkin inilah yang terjadi pada Lia Eden, yang saya tahu bahwa setan / jin pun harus memiliki ilmu metafisika untuk melihat manusia begitu juga sebaliknya. Manusia harus mempunyai ilmu metafisika (ilmu perdukunan; lebih mudah dibaca) untuk melakukan kontak dengan berbagai macam mahluk halus, begitu juga sebaliknya dengan jin harus pula memiliki ilmu tersebut, lha kalau jin kelas comberan ya..mana bisa…, Allah SWT telah memberikan tempat masing – masing untuk seluruh mahluk ciptaanya… dengan berbagai macam dimensi, sudahlah tentu bila ingin menembus dimensi itu haruslah memiliki ilmunya.
Untuk kita orang yang awwam hendaklah jangan mudah terbawa dan terpengearuh akan hal – hal macam itu, sudahlah… kembali saja kepada Al – Qur’an dan Sunnah – Sunah Rasulullah, gak perlu neko – neko lah…. he.. he… he….
Intinya Lia Eden tersesat dengan jin yang mendatanginya yang mengaku sebagai seorang Jibril, mungkin kata Jibril ; emangnya lia eden itu siapa…?
Thank’s untuk penyumbang pikiran yang tak mau disebut namanya, takut takkabur katanya….
Related posts:
- Antara Sabar dan Mengeluh
Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan...
Free Email Newsletter
And then confirm your email subcription







2 Komentar Pada “Lia Eden : Antara Jibril Dan Jin Folker”
yahhh mungkin si lia itu merasa memiliki ilmu yang tinggi jadi dia berani bilang ttg hall yang aneh2 kyk gitu(termasuk mengaku klo dy itu penjelmaan jibril).
Amalan syeh siti jenar dihukum sesat oleh orang yang belum pernah cuba untuk mengenali Allah s.w.t.Sukar saya bicarakan di sini kerana kematangan kita terhadap Allah memerlukan masa yang lama dalam meniti usia kalau tidak dicuba terlebih dahulu jangan menghukum sesuatu jalan itu sesat.Belum pernah ke kutub utara mahupun selatan sudah takut tersesat jalan sedang cubanya belum pernah,semua para wali menghukum syeh siti jenar tersesat kerana menyampaikan rahsia ketuhanan tanpa melalui syariat yang mantap sedangkan syeh siti sendiri sebelum sampai kepada pegangan wahdatul wujud dia juga melalui melalui syariat yang mantap.Ilmu ketuhanan itu satu rahsia yang harus disimpan sebaik mungkin dan tidak boleh di ajar kepada orang sebarangan sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surah Al-Rahman ayat 19-20″Kami jadikan dua laut itu mengalir supaya laut-laut itu bertemu,antara mereka itu ada sekatan yang mereka tidak boleh lalui” Para wali 9 sendiri ada yang belum sampai ditahap ini tatkala syeh siti jenar dihukum bunuh tetapi tidak kepada sunan kali jaga,apa yang membuatkan sunan kali jaga setuju dengan perintah bunuh ke atas syeh siti jenar adalah kerana mengajar rahsia ketuhanan itu kepada yang tidak berhak menerimanya dan ianya mengundang kepada perpecahan ummah.Rahsia tetap rahsia dan tidak boleh di ajar kepada si buta.