Merebut Kekuasaan di 2014!
![]() |
[sub. artikel kiriman] Oleh : Sunaryo, S.Pd.T
Saudara-saudaraku sebangsa dan se- tanah air, Problem global bangsa Indonesia yang selama ini kita rasakan bersama diakibatkan kurang adanya keperpihakan kebijakan pemerintah terhadap rakyat, rakyat hanya dijadikan sebagai obyek untuk meraih suatu kekuasaan, hingga kekuasaan itu didapat rakyatpun ditinggalkan begitu saja oleh para penguasa.
Suasana politik yang di tanamkan oleh para penguasa sekarang ini tidak lagi mencerminkan kepentingan rakyat yang diletakkan pada ranah kedaulatannya akan tetapi urusan politik sekarang ini sudah menjadi urusan para pejabat dan penguasa rakus dengan pikiran pragmatiknya. Padahal, seharusnya urusan politik menjadi urusan rakyat.
Terbukti, dari peristiwa pemilu 2009 kemarin hingga sekarang ini, di semua daerah didalam melaksanakan pesta demokrasi hanya menampilkan sosok vigur, keterkenalan dan kemampuan melakukan pembiayaan dan kepentingan kampanye saja, Bukan justru memberi penjelasan tentang kepemimpinan dan arti penting suatu pesta demokrasi bagi rakyat. Hal ini dianggap sebagai pembodohan bagi rakyat Indonesia.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, kita selama ini sudah banyak berkecimpung dengan urusan rakyat melalui program pemberdayaan yang sudah kita selami bersama, sehingga kita tahu kondisi rakyat yang sebenarnya. untuk itu, sebagai pemberdaya, kini perlu kiranya mengambil langkah pasti dalam melakukan revolusi perebutan kekuasaan scara politis di tahun 2014, dan selanjutnya mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Sudah saatnya kita melakukan suatu gerakan dan terobosan agar suara rakyat benar-benar menjadi kedaulatan dalam menentukan kebijakan dan urusan bangsa Indonesia.
Sebagai kader pemberdaya, kita dituntut menjadi pelopor untuk mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Dengan jaringan pemberdaya yang kita punyai di nusantara ini, yang sudah mencakup 32 propinsi, 494 kabupaten/kota dan bahkan sudah tersebar di 4805/6328 kecamatan yang ada di Indonesia, kita sudah bisa berbuat banyak untuk bisa melakukan gerakan kerakyatan. Ini sangat luar biasa jika semua bisa bersatu untuk menyamakan persepsi, dan kemudian membentuk dan menggalang gerakan rakyat.
Kalau melihat potensi, sekarang ini sudah banyak di daerah yang sudah membentuk asosiasi pelaku pemberdaya dan juga bahkan di tingkat nasional, ini merupakan modal berlian kita bersama untuk melakukan gerakan perebutan kekuasaan tersebut. Ada ratusan kursi Bupati/Walikota, puluhan kursi Gubernur, ratusan kursi di DPR RI, ribuan kursi di DPRD I dan DPR II, Tergantung mana yang mau di raih. Seorang pemberdaya tidak akan pernah bisa mensejahterakan rakyat jika hanya menjadi pelaksana program. Apalagi jika para elit politik yang duduk tidak lagi mau membuat dan melaksanakan kebijakan kearah itu.
Sangat di sayangkan jikalau melihat sistem kerja program pemberdayaan yang sudah cukup ideal untuk menjadi program unggulan pemerintah, setelah 2014 tidak bisa diakomodir oleh pemerintah daerah. Hutang negara yang selama ini kita nikmati tentu tidak akan ada hasil yang berarti. Kapan lagi kalau tidak sekarang kita bangun dan mulai gerakan ini.
Kesimpulannya, untuk mensejahterakan rakyat kita memang perlu menjadi top leader di semua tingkatan pemerintahan dan lembaga pendukungnya, karena di situlah tempat membuat, menentukan dan melaksanakan kebijakan yang bisa berpihak pada kepentingan kerakyatan.
” SELAMAT BERJUANG !!! ”
Koordinator:
Asosiasi Konsultan Pemberdayaan Banyuwangi
HP. 081 333 880 220
Related posts:
- Ciao di Tutup
Berita buruk bagi penggemar ciao.com , program affiliasi paid survey yang memberikan kemudahan menggali dollar di internet segera akan di tutup ! … berita ini...
Free Email Newsletter
And then confirm your email subcription








Satu Komentar Pada “Merebut Kekuasaan di 2014!”
Tahun 2014 generasi muda harus siap alih kepemimpinan nasional.