Proklamasi Kemerdekaan
![]() |
Proklamasi Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 di jalan pegangsaan Timur 56 Jakarta, negara Republik Indonesia berdiri dan diproklamirkan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, dan proklamasi kemerdekaan tersebut ditandai dengan pembacaan teks proklamasi yang berbunyi :
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lainlain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, Hari 17 Bulan 8 Tahun ’05*
Atas Nama Bangsa Indonesia
Soekarno – Hatta
*) Tahun ’05 singkatan tahun Jepang 2605, sama dengan tahun Masehi 1945
Related posts:
- Asal Mula Nama Indonesia
Yang dimaksud dengan Indonesia ialah Indonesia dalam pengertian geografis dan bangsa. Menurut pengertian geogiafis, Indonesia berarti bagian bumi yang membentang dari 95°-141° Bujur Timur, dan...
- Sinopsis Sejarah Indonesia
Pendahuluan Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah oleh “Manusia Jawa” pada masa sekitar 500.000 tahun yang lalu....
- Konferensi Asia Afrika (KAA)
Konfrensi Asia Afrika yang pertama (KAA I) diadakan di kota Bandung pada tanggal 19 april 1955 dan dihadiri oleh 29 negara kawasan Asia dan Afrika....
Free Email Newsletter
And then confirm your email subcription







29 Komentar Pada “Proklamasi Kemerdekaan”
bagus-bagus betul
ssip tugas ku selesai ,, makassih daah
pitapi ,, masssih kurang lengkap ,,
Terimakasih, atas bantunanya.
makasih…. tambah ilmu buat saya nih…
asik bissa tau bnyak sejarah bangsa tercinta,,
asiiiiiiiiiiik ngebhazzzzzzzzz sjrahhhhhhhhhhh
ini informasi yg sangat penting ….
karena berguna untuk pengetahuan sosial …tetapi saya bingung juga mana informasi yg sebenarnya….. Soekarno aj g keberatan peringatan Hari Kemerdekaan adalah yang di Rengasdengklok mengapa kita hrus persoalkan itu…….. B.M.Diah kn hanya di belakang sementara S0ekarno sendiri yg menulis dan membacanya trus apanya lgi yg dpermasalahkan???
berkat ini my self sempurna
kuRnG LNGkp ajjj DeCh……………………..
kuRanG LEngKaP ………
mohon jika ada acara seminar, temu wicara tentang sejarah / nasionalisme dengan peserta guru / siswa mohon undangan dpt dikirim ke fax 021 543 935 84.trims
aKhir’a tGas yg Q cri dPat uGa
mAkasih yach Brkt ini q jdi bSa tnanG
chiiiiiiiihaHH….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
mksh,……… buanyAK
Wwwwwaaaaaaawwwwww……..iiiinnniiii baru pengetahuan umum eank sangat menarik . Qwe paling suka banget ma pengetahuan kayak gini niey . Dari judul.na jach dach kebayang gmna kejadian.na , apalagi haruz membaca . Wich , tambah numpuk nich kayak.na otak qwe . Apalagi numpuk karena baca pengetahuan kayak begini . Daripada FB-an melulu , mendingan kayak gini jach nhapha!?. Khan asyik , BENER GAK!?.
ada sedikit kurang lengkap
wwwwwwwwwwwwwwaaaaaaaaaahhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, jadi banyak ilmu nich di sini
aha ini yg ku butuh kan
mmm ,,,
informasi yg sangat penting ….
karena berguna untuk pengetahuan sosial ….
SAYA agak terkejut, ketika seorang saksi sejarah mengatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan terselenggara di Rengasdengklok 16 Agustus 1945 dan oleh karena itu peringatan Hari Kemerdekaan adalah yang di Rengasdengklok dan bukannya pada 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
Sekilas, saya menyukai adanya perbedaan karena perbedaan itu adalah rahmat.Tetapi selama masih belum bisa membuktikan secara otentik, maka kita sepakat untuk memilih 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Memang sulit untuk membuktikan apakah sumber-sumber itu otentik atau tidak, karena para pelaku sejarah sudah banyak yang tua-tua, daya ingat mereka sudah turun, bahkan ada yang sudah meninggal dunia.
Sumber terakhir itu juga mengatakan, Soekarno dan Hatta membacakan proklamsi yang ditulisnya dan menaikkan bendera sang saka merah putih di Rengasdengklok. Ditegaskan, Soekarno setuju saja dengan argumen para pemuda yang mengamankannya ke Rengasdengklok.
Hal ini bertolakbelakang dari buku yang saya tulis: Dasman Djamaluddin,Butir-butir Padi B.M.Diah (Jakarta:Pustaka Merdeka, 1992), halaman 75-76, sejak semula Bung Karno marah dan memegang batang lehernya serta membuat gerakan seakan-akan menggorok leher. Dengan demikian, ia hendak menunjukkan bahwa ia tidak setuju meskipun disembelih sekali pun.”Biar pun saya digorok, saya tidak akan melakukan Proklamasi,” ujar Bung Karno. Selanjutnya diungkapkan bahwa Bung Hatta setuju dengan sikap Bung Karno.
Perlu diketahui B.M.Diah yang bukunya saya tulis adalah juga saksi sejarah. Beliau adalah salah seorang saksi sejarah, satu-satunya seorang wartawan yang hadir ketika Bung Karno-Hatta merumuskan proklamasi pada tanggal 16 Agustus 1945 malam di Rumah Maeda (sekarang menjadi Museum Naskah Perumusan Naskah Proklamasi) di jalan Imam Bonjol no.1 Jakarta. Beliau pula yang menyaksikan, Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi setelah ditulis Bung Karno. B.M.Diah berdiri tepat di belakang Sayuti Melik yang sedang mengetik.
Jadi untuk sementara saya mengatakan, bahwa rumusan naskah proklamasi itu baru diperbincangkan tanggal 16 Agustus 1945 malam di rumah Maeda, bukannya di Rengasdengklok.Kalau sudah diproklamsikan di Rengasdengklok, mengapa Bung Karno dua kali membacakan Proklamasi. Kalau benar (sekali lagi benar), bukankah di dalam hukum berlaku hal-hal yang baru menafikan hal-hal yang lama ? Jadi yang dipergunakan adalah yang baru? Semoga menjadi bahan masukan. Terimakasih (http://dasmandj.blogspot.com)
@Dasman Djamaluddin
Informasi yang sangat bermanfaat sekali pak Dasman, mungkin akan sangat berguna bagi praktisi pendidikan Indonesia.
Terima Kasih.
[...] Proklamasi Kemerdekaan Proklamasi Kemerdekaan Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 di jalan pegangsaan Timur 56 Jakarta, negara Republik Indonesia berdiri dan diproklamirkan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, dan proklamasi kemerdekaan tersebut ditandai dengan pembacaan teks proklamasi yang berbunyi : PROKLAMASI Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal… [...]